Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Januari 2018, Kinerja Ekspor Sulteng Turun

 
Moh.Wahyu Yulianto,S.Si,SST,M.Si

PALU Portalsulawesi. Com – Selama Januari 2018, Kinerja ekspor Sulteng mengalami penurunan. Sebagaimana tercacat di Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, menyebutkan total ekspor Sulteng pada Januari 2018 senilai US$ 387,27 juta. Jika dibanding pada kondisi di bulan sebelumnya, dimana kinerja ekspor Sulteng pada Desember 2017 sebesar US$ 472,9 juta  artinya ada penurunan kinerja ekspor pada Januari 2018.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, Moh.Wahyu Yulianto,S.Si,SST,M.Si mengatakan terjadi penurunan nilai ekspor Sulteng pada Januari 2018 sebesar US$ 85,69 juta atau -18,12 persen dibanding bulan sebelumnya. Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulteng senilai US$ 384,35 juta dan provinsi lain senilai US$ 2,92 juta.

Dikatakannya, selama Januari 2018, total nilai ekspor Sulteng tercatat US$ 387,27 juta atau meningkat US$ 241,32 juta atau naik sebesar 165,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$ 145,95 juta. Sementara itu, kegiatan ekspor melalui Sulteng senilai US$ 143,89 juta dan Provinsi lain senilai US$ 2,06 juta.

Hingga Januari 2018, ekspor Sulteng masih didominasi oleh dua keompok komoditas yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai US$  254,43 juta atau sebesar 68,28 persen dari total ekspor  dan kelompok bahan mineral senilai US$  115,90 juta atau sebesar 29,93 persen. Sedangkan kontribusi dari kelompok komoditas lainnya relatif kecil hanya dibawah  US$ 1,00 juta.

“Selama Januari 2018, dua kelompok ini masih mendominasi pangsa ekspor Sulteng,” kata Wahyu.

Untuk negara tujuan ekspor Sulteng paling banyak dilakukan ke Tiongkok dengan ekspor sebesar US$ 228,14 juta atau 58,91 persen dari total nilai ekspor Sulteng. Kemudian disusul Korea Selatan sebesar US$ 22,87 juta atau 16,67 persen, Jepang senilai US$ 51,63 juta atau 13,33 persen, Taiwan senilai US$ 22,87 juta atau 5,91 persen dan Malaysia US$ 17,65 juta atau 4,58 persen. Dan untuk nilai ekspor ke negara lainnya hanya dibawah US$ 0,50 juta.

Selama Januari 2018, Pelabuhan Kolonodale mendominasi layanan ekspor Sulteng senilai US$ 264,43 juta atau sebesar  68,28 persen dari total nilai ekspor Sulteng. Disusul pelabuhan Luwuk, Pelabuhan Banggai dan Pantoloan. 

REDAKTUR : NILAWATI

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *