Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

​Tiga Kota di Sulampua Mendominasi Inflasi Paling Tinggi Secara Nasional

BPS merilis data strategis bulanan diantaranya mengenai data inflasi yang terjadi di Februari 2018.(foto:nila)

PALU ,portalsulawesi.id – Selama Februari 2018, Kota Palu mengalami deflasi sebesar 0,31 Persen. Hal itu disebabkan karena adanya penurunan indeks harga dibeberapa kelompok bahan makanan  sebesar 2,92 persen yang memberikan kontribusi terbesar terhadap deflasi.

Namun demikian, jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, Ir.Faizal Anwar, MT, disejumlah kelompok lainnya masih tetap mengalami kenaikan indeks harga pada kelompok kesehatan sebesar 2,14 persen, Kelompok Perumahan, Air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,50 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik sebesar 0,46 persen, kelompok sandang juga mengalami kenaikan indeks harga 0,33 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,17 persen seta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,08 persen.

“Untuk Februari 2018, KOta Palu mengalami deflasi sebesar 0,31 persen. Setelah  di Januari 2018 kemarin, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,69 persen. Artinya selama Februari 2018, pantauan harga di beberapakelompok bahan makanan terjadi penurunan indeks harga dan ini sedikit mengendalikan inflasi di Sulteng terutama di Kota Palu,” kata Faizal Anwar pada press release terkait data strategis BPS Sulteng, Kamis (1/3/2018), bertempat di ruang teleconfrence BPS Sulteng.

Secara terperinci, melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, Moh.Wahyu Yulianto,S.Si,SST,M.Si menjelaskan soal deflasi kota palu sebesar 0,31 persen pada Februari 2018. Dikatakannya, deflasi kota palu sebesar 0,31 persen berasal dari andil negatif kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0, 612 persen sementara andil inflasi disumbang oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,118 persen,

disusul kelompok kesehatan 0,085 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan  0,031 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,027 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau  0,019 persen dan kenaikan pada kelompok sandang 0,017 persen.

Lebih terperinci lagi, Wahyu menyebutkan sepuluh (10) komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi selama Februari 2018 antara lain kenaikan pada harga beras sebesar 0,11 persen, Semen 0,04 persen, tomat buah 0,04 persen, daun pintu 0,03 persen, biaya pengobatan pada dokter spesialis 0,03 persen, harga bensin 0,02 persen, kusen 0,02 persen, biaya foto copy 0,02 persen, pasta gigi 0,02 persen dan makanan ringan/snack 0,02 persen.

Sementara itu, penurunan harga yang memberikan kontribusi paling besar terhadap deflasi Kota Palu selama Februari 2018, antara lain disumbangkan oleh sebagian besar kelompok ikan segar (ikan cakalang) sebesar 0,27 persen, cabai rawit 0,13 persen, ikan selar 0,12 persen, ikan ekor kuning 0,04 persen, ikan layang 0,04 persen, cumi-cumi 0,02 persen, telur ayam ras 0,02 persen, pisang 0,02 persen, jeruk nipis 0,02 persen dan ikan kakap merah 0,02 persen.

Dengan deflasi kota palu 0,31 persen, memposisikan Kota Palu pada urutan ketiga deflasi tertinggi di Kawasan Sulampua dan urutan ke-11 dari 82 kota yang dipantau oleh BPS secara nasional. Sementara itu, ada 55 kota yang mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi termasuk Kota Palu.

“Inflasi tertinggi di Kota Jayapura sebesar 1,05 persen, disusul Merauke sebesar 0,90 persen dan Ambon 0,67 persen. Sementara deflasi tertinggi di Kota Medan 0,96 persen, disusul Manokwari 0,95 persen dan Gorontalo 0,84 persen. Khusus di wilayah Sulampua dari 18 kota yang dipantau, tercatat ada 15 kota mengalami inflasi dan 3 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi  di Kota Jayapura sebesar 1,05 persen, disusul Kota Merauke 0,90 persen dan Kota Ambon 0,67 persen. Sedangkan Deflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari 0,95 persen, Gorontalo 0,84 persen dan Kota Palu 0,31 persen,” papar Wahyu Yulianto.***

REDAKTUR : NILAWATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *