PALU Portalsulawesi. com– Aksi nekad Panji si Petualang bersama tim, sampai harus datang ke PaluSulawesi Tengah, hanya untuk misi melepaskan ban yang melingkar di leher buaya yang ada di sungai Palu. Tentu saja, aksi nekad Panji, menarik perhatian masyarakat Kota Palu. Hingga tak pelak lagi membuat kondisi jalanan di seputaran Jembatan II Palu menjadi macet.
Panji si Petualang Buaya, mulai melakukan aksinya sekitar pukul 07.45 Wita. Panji bersama tim sudah berada di lokasi sungai Palu tepatnya di Jembatan Palu II di Jalan Gusti Ngurah Rai. Untuk sementara, Panji belum melakukan aksi apapun selain hanya sebatas memantau situasi dan kondisi. Sambil memfokuskan pandangannya kearah buaya berkalung ban itu yang tengah berjemur di onggokan pasir di tengah sungai Palu. Sementara disisi yang lain, terlihat juga ada seekor buaya yang seukuran 3 meter sedang berjemur namun posisinya tidak jauh dari lokasi buaya berkalung ban.
Dari pantauan Media ini, Minggu (21/1/2018), Panji si Petualang masih memikirkan cara untuk bagaimana bisa mengevakuasi buaya berkalung ban itu tanpa harus melukainya. Dan salah satu caranya dengan memasang jerat.
“Kita bisa saja pakai pancing dengan menggunakan umpan daging, cuma posisinya kalau pakai kail takutnya mulut buaya bisa terluka. Atau bisa juga saya berenang sampai onggokan pasir dimana buaya berkalung ban itu berjemur, kemudian kita jerat pake tali, cuma memang resikonya besar, karena selain arusnya deras, saya juga berpikir karena ada satu buaya lagi yang besarnya sama, juga sedang berjemur. Jangan sampai saya nantinya yang diselamatkan,” kata Panji sembari mengatakan bahwa dalam upaya melakukan evakuasi terhadap buaya ini, Panji juga melibatkan kawan-kawan dari SAR dan Pol-Airud. ***
REDAKTUR : NILAWATI









