Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

​Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Optimis Terus Melaju

Gubernur Sulteng saat menerima cendramata yang diserahkan Kepala Perwakilan BI Sulteng Miyono,  berupa lembaran uang pecahan Rp. 100 ribu yang belum terpotong sebanyak 4 lembar emisi tahun 2016.(fhoto:nila)

Palu Portalsulawesi. com – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis (14/12/2017), menggelar rapat tahunan yang sudah merupakan tradisi tahunan Bank Indonesia dalam rangka penyampaian pandangan terkait perkembangan dan tantangan serta prospek perekonomian di Sulteng dalam arah kebijakan BI.

Kegiatan rapat tahunan BI kali ini yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Mercure,  dihadiri langsung Gubernur Sulteng,  H. Longki Djanggola yang menyambut kegiatan rapat tahunan Bank Indonesia tahun 2017 sebagai bentuk komitmen  BI dalam memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Menindaklanjuti apa yang telah disampaikan Kepala Perwakilan BI Sulteng,  Bapak miyono, yang menyebutkan bahwa ekspor Sulteng masih didominasi oleh sektor pertambangan terutama dari Nikel, Bijih besi,  dan gas. Dan tentunya ekspor nikel dan bijih besi itu berasal dari operasional dua smelter yang ada di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara salah satunya adalah PT. Bintang Delapan Miineral (BDM).  Bahkan saat ini ada tiga smelter  yang dalam proses pembangunan, dua selter di Morowali dan satunya lagi di Morowali utara. “Jadi tiga smelter dalam proses pembangunan  kostruksi dan kita berharap ini akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor di Sulteng dan secara nyata akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah,” ungkap Gubernur Longki sembari menambahkan bahwa ditahun 2018, presiden RI,  Joko Widodo diagendakan akan meresmikan perusahaan amoniak yang ada di kabupaten Banggai dan hari ini juga telah diresmikan pabrik kelapa sawit yaitu PT. Sinergi  Perkebunan Nusantara yang ada di Tomata Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara. Harapannya kedepan semoga kegiatan ini bisa memberikan masukan yang konkrit dalam perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

Sebelumnya itu,  Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono menjelaskan, momentum pemulihan ekonomi global dan domestic juga diikuti perkembangan ekonomi Sulteng. Secara sektoral, laju perekonomian Sulteng sangat dipengaruhi pertumbuhan yang ada di lima sektor utama yakni Sektor  pertanian, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi.  Pihak BI sangat optimis dengan kondisi perekonomian Sulteng di tahun 2017  tingkat Pertumbuhannya sangat signifikan.  Pada triwulan 2017, Sulteng mampu tumbuh 8,68% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 6,61% (yoy). Capaian kinerja pertumbuhan ekonomi Sulteng sudah di atas rata-rata nasional. Hal itu tidak terlepas dari upaya semua pihak. Baik pemerintah maupun swasta yang terus berkomitmen untuk membangun Sulteng dari berbagai aspek, ungkap Miyono dalam rapat tahunan BI 2017 kali ini menghadirkan dua pembicara yakni Kepala Bappeda Sulteng Patta Tope, dan Rektor Paramadina University, Firmanzah dengan moderator Bunga Elim Somba,  Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sekdaprov Sulteng, diacara talkshow terkait memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi 2018.

Diacara rapat tahunan BI Sulteng juga menghadirkan kegiatan pameran produk IKM binaan BI Sulteng diantaranya ada pameran tenun sarung Donggala,  IKM  coklat, IKM Kopi Jahe dan masih ada beberapa IKM lainnya yang turut berpartisipasi dalam memeriahkan rapat tahunan BI Sulteng.

REDAKTUR : NILAWATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *