Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Ranops Ormas Keagamaan diduga Dipakai Pasang Baliho Dukungan Salah Satu Paslon Bacalon Gubernur Sulteng

Palu, Portalsulawesi.Id-Perhelatan Politik khususnya pemilihan kepala daerah serentak yang akan diadakan pada bulan Oktober mendatang semakin memanas, bakal calon gubernur dan wakil gubernur terus saling mengklaim dukungan lewat partai politik pengusung.

Aksi saling dukung dan konsolidasi massa pendukung calon tertentu semakin masif, mulai dari kelompok relawan hingga kaum ibu dan milenial tunjuk power. Masing masing komunitas menunjukkan eksistensinya sebagai kelompok solid yang bakal menjadi pendulang suara, pastinya dengan harapan akan diakomodir Paslon yang akan berkontestasi.

Salah satu Bapaslon Gubernur Sulteng yang gencar melakukan unjuk kekuatan dukungan adalah Ahmad Ali, Politisi Senayan yang pulang kampung usai tidak terpilih pada Pemilihan legislatif 2024 dari daerah pemilihan Jakarta I. Polisitisi yang menjabat selaku Wakil Ketua Umum Partai Nasdem ini merupakan Bakal Calon Gubernur dengan komposisi partai politik pendukung yang paling gemuk saat ini.

Selain politisi, Ahmad Ali juga dikenal sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia ( DMI) Sulawesi Tengah. Kiprahnya dalam memakmurkan Masjid dan pengurus masjid sudah terkenal hingga dipelosok, sepak terjangnya untuk urusan umat pun tak diragukan.

Sayangnya, Keberadaan Ahmad Ali selaku ketua DMI Propinsi juga berdampak kepada dukungan Politik. Akibatnya, sejumlah relawan yang diduga merupakan relawan Ahmad Ali nekad berkeliling kota subuh dini hari hanya sekedar memasang baliho dukungan.

Parahnya, kendaraan yang dipakai para pendukung Ahmad Ali tersebut diduga kuat merupakan mobil operasional Dewan Masjid Indonesia ( DMI) Sulawesi Tengah.
” Iya benar, yang pasang baliho dibekas ruko ditaman ria,anak anak muda pakai mobil Van sejenis Suzuki APV yang dibrending DMI Sulteng ” ujar sarman, salah satu warga yang tinggal dekat lokasi pemasangan Baliho.

” Gampang liat bukti mereka pasang, disudut tempat mereka pasang banyak CCTV ,tinggal buka saja diservernya, pasti kelihatan jam dan waktunya serta orang orangnya ‘ ujarnya.
Redaksi media ini juga secara langsung bertemu dengan kelompok yang melakukan pemasangan Baliho dukungan kepada Ahmad Ali dengan mempergunakan. Mobil Van jenis APV, aksi yang mereka lakukan terjadi disekitar pukul 01.00 hingga subuh hari.

Mereka para relawan menyasar sudut kota palu dengan memasang baliho yang ditulis tangan dengan narasi berbahasa daerah Kaili , narasinya terkesan provokatif .

” Mosi Papatora Ante Sampesuvu kana AHMAD ALI no Rqpelisita ” ( baku Kase ingat saudaraku cuma AHMAD ALI saja.yamg kita pilih/arti dalam bahasa Kaili,red).
” Tidak Perlu orang sakti untuk merubah Sulteng, KAMI BUTUH AHMAD ALI”
” Anak Kampung Turun Gunung Untuk Sulteng #Berjuang_Bersama_AHmAD ALI”

Hal ini jelas menyalahi tujuan utama Ormas DMI , dimana diketahui bahwasanya DMI adalah organisasi keagamaan yang murni tanpa muatan politik.

Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Palu, Sirajudin Ramli memilih tak berkomentar ketika persoalan pemasangan baliho dukungan yang diduga dilakukan oknum tersebut dimintai tanggapannya. Dirinya mengarahkan media ini untuk mengkonfirmasi kepada pengurus DMI Propinsi Sulawesi Tengah.
”  Koonfirmasi ke DMI Propinsi Sulteng saja.
, Sy tdk bisa menanggapi yg sy tdk lakukan.” Tulisnya lewat pesan singkat diaplikasi WhastApp kepada media ini, Sabtu ( 01/06/2024).

Salah satu spanduk yang dipasang diduga oleh Relawan yang mempergunakan mobil operasional DMI Sulteng ( Foto:Heru)
Upaya mengkonfirmasi hal ini kepada Ahmad Ali sudah dilakukan , sayangnya politisi asal kota nikel ini kabarnya masih berada diluar kota. ” Kaka Mat Ali masih dijakarta ” tulis Fahrudin Yunus,salah satu bendahara DPW partai Nasdem kepada redaksi.

Salah satu pengurus DMI Sulteng, Yusrin L.Bana ketika dikonfirmasi juga memilih bungkam. Hal ini semakin membuat publik curiga, apakah DMI betul Fokus urus Umat atau sudah masuk dalam jejaring pendukung salah satu Bacalon Gubernur Sulteng? Wallahu Alam .***

Pewarta : Heru