Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Dugaaan Monopoli Proyek dan Persekongkolan Tender di Mamuju Tengah Oleh Penguasa, Benarkah?

Mamuju Tengah,Portalsulawesi.Id- Indikasi pinjam pakai perusahaan dalam sejumlah tender yang dilelang pada pemkab Mamuju Tengah setiap tahun anggaran menjadi hal yang lazim, setiap proyek yang nominal kontraknya “jumbo” diduga kuat dikerjakan lingkar orang dalam pada pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.

Hal ini terungkap ketika media ini melakukan penelusuran sejumlah proyek konstruksi di Kabupaten yang mengusung Motto ” Lalla Tassisara ” ini, perusahaan yang menjadi langganan proyek salah satunya adalah CV Mattampa Jaya.

” Perusahaan. Disini kalo lelang biasanya pinjam pakai perusahaan, dipakai orang orang dekat dalam lingkaran kekuasaan ” ungkap Sumber Anonim ,Senin ( 01/04/2024) di Topoyo. Walau praktek pinjam pakai perusahaan masuk dalam kategori wajar dalam sebuah kompetisi tender, tetapi menjadi awal rusaknya tatanan kinerja pemenang tender.

Dalam pertemuan dengan media ini, Direktur Utama CV Mattampa Jaya ,Khaeruddin mengakui jika dirinya hanya melaksanakan hasil tender yang memenangkan perusahaannya tanpa mengurusi proses tender.
” Saya hanya melaksanakan hasil lelang proyek ,urusan dokumen ,penawaran dan yang lain bukan saya yang urus ” jelasnya, Senin ( 01/04/2024) ,disalah satu cafe di Topoyo,Mamuju Tengah.

Sekedar diketahui,dalam mengumpulkan bahan keterangan dan informasi pendukung terkait kejanggalan sejumlah proyek di Mamuju Tengah,sejumlah media yang tergabung dalam tim kerja safari jurnalistik melakukan investigasi.

Dalam jejak digital yang dihimpun tim media dilapangan, perusahaan yang beralamatkan di Pertigaan Patung Nol Tugu Mamuju tengah ini diduga  tampak hanya mempergunakan alamat palsu karena terbukti kantor perusahaan tersebut tidak berada seperti dalam informasi alamat dalam akta perusahaan.

Media ini menelusuri jejak digital proyek tahun 2023 silam dibeberapa OPD di Mamuju Tengah ditemukan dugaan  pekerjaan yang dikuasai oleh ” orang dekat ” dari pengambil kebijakan, nilai kontraknya pun mencapai Milyaran rupiah.

Tahun 2023 silam , terdapat 49 paket pekerjaan konstruksi yang dilelang oleh Pokja Pemkab Mamuju Tengah lewat lelang elektronik di LPSE . Sebagian besar tender konstruksi dimenangkan oleh perusahaan dengan riwayat lelang yang ” mencurigakan”, ada dugaan terjadi persekongkolan tender dari setiap proyek tersebut.

Pada data digital platform lelang milik pemkab Mamuju Tengah mudah ditemui sejumlah bukti yang mengarah kepada adanya dugaan persekongkolan tender dalam memenangkan perusahaan tertentu dengan modus menetapkan pemenang dengan harga terkoreksi dengan buangan yang limit mendekati nilai pagu, modus utamanya dengan mengatur lelang yang di ikuti sejumlah perusahaan tetapi cuma satu yang melengkapi dokumen tender.

Dugaan praktek culas ini diduga telah berlangsung lama dan dikerjakan secara terstruktur, sistematis dan masif . Praktek tender dengan modus penawar tunggal sangat riskan terjadinya praktek Kolusi,Korupsi dan Nepotisme. Kondisi ini diperparah dengan adanya dugaan berbagi proyek bagi oknum penegak hukum ,baik dibungkus dengan kemasan dana hibah ,aspirasi hingga bantuan partisipasi.

Disejumlah proyek yang disambangi tim safari Jurnalistik ini ditemukan pengakuan pelaksana lapangan bahwa proyek tersebut milik seseorang atau kelompok yang santer disebut  ” lingkar  Gedung Putih Tobadak”

” hampir semua itu proyeknya bos A ini, perusahaan yang dipake rental ji ” ujar salah satu pekerja saat ditemui di lokasi gedung perpustakaan di Tobadak,Mamuju Tengah ,Minggu (30/03/2024).
.
Upaya mengkonfirmasi Bupati Mamuju Tengah, Haji Aras Tammauni tidak membuahkan hasil, sejumlah alasan dikemukakan orang dekat Bupati yang telah menjabat dua periode ini agar tim media tidak dapat mewawancarai orang nomor satu di Mamuju Tengah ini.
” Kondisi Uwe lagi tidak stabil, beliau masih kurang sehat ” ujar salah seorang yang mengaku dekat dengan Haji Aras Tammauni tersebut.

Upaya menghubungi pejabat lain untuk dimintai tanggapannya juga mengalami jalan buntu, sejumlah alasan mengemuka.
” Pak Sekda masih capek karena baru pulang dari Makassar untuk fit and proper test calon pejabat ” ungkap sumber dipemkab yang enggan dimediakan namanya.
” Jangan tulis namaku sodara, kasian kami cuma Pegawai kecil,bisa masalah kalo sembarang Kase informasi ” pinta sumber penuh ketakutan.
” Uwe mungkin masih diluar kota, karena akhir akhir ini beliau sering keluar kota untuk urusan pribadi  ” tutup sumber sambil mewanti agar namanya tidak dimediakan.

Kondisi diatas sangat menggambarkan betapa kuatnya pengaruh intevensi orang dalam pada berbagai proyek di Mamuju Tengah makin menguat, hal ini diperparah dengan lemahnya taji Aparat Penegak Hukum di bumi Lalla Tassisara.***

Pewarta : Tim Safari Jurnalistik

Editor.     : Heru