Palu, portalsulawesi.id- Miris, Propinsi Sulawesi Tengah berdasarkan hasil penelitian oleh BNN RI bekerjasama dengan LIPI pada 2019, adalah salah satu Provinsi penyumbang terbesar penyalagunaan Narkoba dengan posisi pada urutan ke empat.
Kota Palu merupakan ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, adalah kota yang paling ter-tinggi penyalagunaan Narkoba, disusul oleh Kabupaten Parigi Moutong.
Dari hasil pantauan BNN Kota Palu, ada enam daerah rawan, lima berada di Kota Palu, tapi ada tiga daerah yang masih dalam pantauan BNN Kota Palu.
Wilayah rawan peredaran Narkoba di Kota Palu tersebar pada Kecamatan Tatanga yakni Kelurahan tatanga, Kelurahan kayumalue di Kecamatan Palu Utara, Kelurahan Tatura Utara khususnya jalan Anoa pada Kecamatan Palu Selatan, Kelurahan Lere dan Kampung Baru kecamatan Palu Barat , Kelurahan Pantoloan Kecamatan Tawaeli, yang bukan wilayah Kota Palu adalah Parigi
BNN Kota Palu telah melakukan berbagai upaya mengungkap kasus sepanjang Tahun 2020 yaitu sebanyak 2 Laporan Kasus Narkotika (LKN).
Dalam 2 LKN itu melibatkan empat orang tersangka, sementara itu jumlah barang bukti yang disita sepanjang Tahun 2020 oleh BNN Kota Palu, Sabu sebanyak 81,91 gram, kemudian 2 timbangan dicital, 3 yunit handphone, dan 1 yunit motor Mio Soul, dengan uang tunai Rp. 6.700.000.

Dari seluruh kasus yang di ungkap BNN kota Palu juga mengidentifikasi dari tahun 2019-2020 ada 6 jaringan sindikat yang masih menjalankan bisnis Narkobanya di Kota Palu.
BNN kota palu telah mengidentifikasikan ada 3 lokasi rawan narkoba di kota palu dan melakukan intervesi melalui program pemberdayaan anti narkoba di 3 lokasi yaitu di 3 kawasan perkotaan
Salah satu Upaya BNN Kota Palu dalam menekan tingginya angka penyalahgunaan Narkoba adalah metode pemberdayaan masyarakat, peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba baik dengan cara sosialisasi maupun pelaksanaan tes urin di kelompok masyarakat, pendidikan, instansi swasta bahkan Instansi Pemerintah.
“ langkah-langkah pencegahan seperti yang kami mulai dari tingkat RT, RW. BNN Kota Palu bersama Pemerintah Kota Palu telah merintis program Kota Palu bersinar atau Palu bersih dari Narkoba Yang bertujuan untuk menjadikan kawasan rawan penyalagunaan Narkoba menjadi kawasan atau Daerah yang bersih dari penyalagunaan Narkoba walaupun program ini belum berjalan dengan maksimal sesuai dengan yang di harapkan “ Ungkap kepala BNN Kota AKBP Dr. Baharuddin pada kegiatan Press release Akhir tahun 2020 dikantor BNN Kota Palu, Senin (28/12/2020).
Di tahun 2020, BNK kota palu telah melakukan kerja sama tes urin secara mandiri sebanyak 4 kali dengan peserta sebanyak 162 orang
Dalam rangka upaya penyelamatan penyalaguna dari jeratan narkoba pada tahun ini , klinik pratama sangurara BNN kota palu telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada satu lembaga instansi pemerintah yaitu RSU universitas tadulako
Sementara itu jumlah penyalaguna yang sudah di rehabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah sebanyak 63 orang dengan pelayanan pasca Rehabilitas sebanyak 20 Orang.***
Penulis : Refoldi
Editor : Heru









