Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Muna menghimbau masyarakat gunakan program sertifikasi gratis pemerintah secara proaktif.
Kepala BPN Muna Rajamuddin mengatakan, masyarakat jangan sia siakan program pemerintah membiayai sertifikasi tanah secara gratis yang dibiayai oleh negara melalui APBN.
“Masyarakat gratis mengakses program itu, hanya saja yang didapati BPN Muna, kelihatannya masyarakat manja dengan adanya program sertifikasi gratis. Tidak memanfaatkan dengan baik, dimana keterlibatan masyarakat dalam memenuhi pelengkapan administrasi, misalkan KTP dan KK saja, agak susah, sebab orangnya tidak berada ditempanya,” kata Rajamuddin kepada portalsulawesi.id diruang kerjanya, kamis (22/8/2018).
Dia menambahkan, Seharusnya pihak pemerintah setempat memberitahukan kepada masyarakat, bahwa petugas BPN akan turun.
“Berkali kali kita mengadakan rapat pertemuan masyarakat, akan tetapi masyarakat kurang antusias untuk hadir dalam rangka menyelesaikan program sertifikasi gratis,” ungkapnya.
Rajamuddin menuturkan, Kita sudah buka posko di desa, untuk mendekatkan masyarakat mengikuti program sertifikat gratis pemerintah, akan tetapi masih ada masyakat yang kurang respon, akhirnya kita melakukan rumah kerumah melalui petugas yang ada dilapangan.
“Saya menghimbau masyarakat menggunakan program pemerintah, sertifikat tanah gratis dengan proaktif menyambut program ini demi terciptanya catur tertib pertanahan,” himbau orang nomor satu di BPN Muna.
Dia menjelaskan, Warga yang memiliki tanah harus tertib administrasi, tertib hukum, tertib penggunaan, dan tertib pemeliharaan pertanahan. Sehingga tanah tanah diseluruh wilayah kesatuan republik indonesia, sudah terdata lengkap menuju desa lengkap yang sudah terpetakan, baik yang sengketa ataupun tidak
“Mari masyarakat Muna, kita bekerja sama dengan petugas BPN demi menyukseakan program ini, sehingga target waktu bisa kita capai,” ajaknya.
Dia menambahkan, Untuk recana diajukan di 2020 dalam rapat Kakanwil BPN Sultra, sebanyak 5.000 bidang tanah yang akan dilakukan pengukuran dan sampai dengan sertifikasi sebanyak 3.000 bidang.
Kita akan lihat seberapa banyak yang akan dilakukan oleh petugas dan kesiapan anggaran yang diporsikan ditahun 2020 mendatang, tutupnya.
Laporan : La Ode Alim











