Palu,portalsulawesi.id – Saat Bencana Gempabumi,Tsunami dan Likuifaksi terjadi diPalu,sigi dan Donggala pada Jumad Sore,28 September 2018 silam,semua akses dikota palu lumpuh,komunikasi dan listrik putus total,kota Palu bak kiamat kala itu.
Satu satunya Harapan Masyarakat mendapatkan informasi adalah stasiun Radio Pemerintah yakni Radio Republik Indonesia (RRI) Regional Palu ,Radio pemerintah yang berusaha mengudara kala itu harus dihadapkan dengan kenyataan Listrik yang disuplay PLN mati total,satu satunya harapan untuk tetap On Air adalah mesin Genset milik RRI.
Keadaan Kota Palu,Sigi dan Donggala kala itu hanya bisa di akses melalui siaran Radio ,personil yang terbatas dan ketersediaan BBM untuk genset yang semakin menipis membuat Kru RRI yang siaran Kala itu berinisiatif untuk menghimbau kepada masyarakat yang memiliki stok Solar agar dapat membantu RRI untuk tetap siaran.
Adalah Haji Udin,seorang Wiraswasta yang menekuni bisnis bahan bakar kecil kecilan untuk kepentingan penambang pasir lokal dibantaran sungai palu merasa terpanggil untuk “Menyelamatkan “ radio milik pemerintah itu agar tetap mengudara,dengan bermodalkan sisa solar jualannya ditambah dengan sumbangan para sopir truk pengangkut pasir di Bantaran sungai Palu di Desa Tinggede,terkumpulah Solar sebanyak 150 liter .
Solar hasil “Patungan “ haji udin dan para sopir truk pengangkut pasir tersebut diantar ke Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Regional I Palu di Jalan Kartini,harapannya agar RRI terus mengudara dan menyampaikan informasi terkait bencana kala itu.
“Saya spontan merasa terpanggil untuk membantu mengusahakan solar untuk genset di RRI,karena saya butuh informasi terkait situasi palu dan sekitarnya pasca bencana itu “ tutur Haji Udin saat ditemui di Pangkalan Ojek dibilangan Palupi,kota Palu.
Menurutnya,dirinya saat mendengarkan himbauan lewat Siaran Radio kala itu tentang RRI mengalami Krisis Solar,dirinya dengan spontan mendatangi para sopir truck pengangkut pasir di seputaran Desa Tinggede dan Tavanjuka untuk meminta sisa sisa solar dalam tangki mobil mereka,hasilnya terkumpul sejumlah 150 liter solar.
“Cuma 150 liter solar yang saya dapat hari itu,saya bawa ke RRI dan berharap RRI tetap siaran dan memberi kabar ke masyarakat terkait situasi Palu dan sekitarnya kala itu,karena Cuma RRI sandaran informasi kami saat itu “ Ujarnya dengan dialek bugisnya yang kental.
Bahkan,untuk mendapatkan Solar tersebut ,Haji udin rela menyedot secara manual memakai selang langsung dari tangki mobil Truck pemuat Pasir yang ditemuinya,semuanya dilakukan secara spontan.

Hardi siku,Pjs Kepala Stasiun RRI Regional 1 Palu saat terjadi Bencana tersebut membenarkan bahwa ada masyarakat yang menyumbang Solar sejumlah 150 liter dihari kedua Pasca bencana untuk keperluan Genset di RRI agar suplay listrik untuk siaran tetap ada.
“Kami mendapatkan sumbangan dari salah satu warga di Tinggede yakni Haji Udin,solar sejumlah 150 liter untuk keperluan Genset kami,saat itu SPBU dikota Palu Lumpuh Total “ Jelas Hardi Siku,kepala Bidang Pemberitaan RRI Palu beberapa waktu lalu dihalaman Kantor RRI palu.***
Laporan:Heru









