Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Wabup Donggala Taufik M.Burhan Resmi Buka Sosialisasi Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah 2025

Donggala,Portalsulawesi.Id – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala menggelar sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) tahun 2025.

Kegiatan itu dilaksanakan di salah satu resto dan villa di Pantai Tanjung Karang, Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Rabu (07/05/2025).

Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan dan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sejumlah Kepala Sekolah serta siswa sebagai peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan mengatakan perlu adanya pola pembangunan sistematis yang terstruktur dengan baik dan mencakup semua aspek untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu program strategis yang saat ini tengah digalakkan adalah Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).  “Salah satu kebijakan yang sedang digalakkan dan dikembangkan dalam rangka mengantisipasi hal tersebut adalah pengembangan program gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS),” ujarnya.

Taufik menambahkan, bahwa GPBLHS bukan sekadar program formalitas, melainkan gerakan kolektif yang menuntut kesadaran dan konsistensi seluruh warga sekolah.

Ia menyoroti, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya peduli, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan, baik dalam skala lokal maupun global.

“Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melakukan pendidikan lingkungan hidup di dunia pendidikan dengan tujuan untuk mendorong dan membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan,” jelas Taufik.

Taufik M.Burhan berharap untuk menjaga lingkungan bersama diperlukan sinergi antara institusi pendidikan dan institusi lingkungan hidup agar program ini tidak berhenti pada tingkat wacana, tetapi benar-benar bisa diterapkan secara nyata di sekolah-sekolah.

“Saya berharap perlu adanya komitmen, dukungan, sinergitas dan kerjasama antara institusi yang membidangi lingkungan hidup yang ada didaerah dan institusi di bidang pendidikan khususnya sekolah. Untuk komitmen dalam optimalisasi program dalam upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) di Kabupaten Donggala,” pungkasnya.(***)

Pewarta : Basrudin