Tolitoli,portalsulawesi.id- Kepala Agraria dan tata ruang Badan Pertanahan Nasional wilayah Tolitoli,Nurdin Y.Kunoli menawarkan beberapa solusi untuk pembenahan kembali kawasan penduduk di Kelurahan Sidoarjo,khususnya dilokasi yang terdampak kebakaran ,Minggu Malam (02/02/2020) lalu.
Menurut Nurdin,fihaknya telah memberi masukan dan usulan kepada pemerintah Daerah kabupaten Tolitoli untuk dapat melakukan beberapa hal yang dipandang perlu untuk keberlangsungan keberadaan masyarakat di Wilayah padat penduduk tersebut.
ditemui portalsulawesi dikantornya, Selasa (04/02/2020),Nurdin Y.Kunoli mengatakan ada tiga poin penting yang telah disampaikan pihaknya kepada pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli terkait status lahan di bekas kebakaran tersebut/
Tiga poin penting tersebut akan menjadi prioritas untuk dilakukan oleh Pihak ATR/BPN Wilayah Tolitoli diantaranya akan melakukan Melakukan Inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan Tanah (IP4T) di wilayah terkena Dampak Kebakaran.
Kemudian,pihaknya akan Melakukan Penataan kembali terhadap lokasi yg terkena dampak (Konsolidasi Tanah) untuk mencegah terjadinya pemukiman kumuh dengan menyediakan sarana jalan yang layak untuk akses kendaraan roda empat ,karena salah satu faktor luasnya areal terkena dampak disebabkan karena mobil pemadam tidak dapat akses masuk ke dalam lokasi kebakaran.

Selanjutnya pihak ATR/BPN Tolitoli akan Pemberian legalisasi Asset (Sertipikat) setelah penataan kembali bagi warga yang terdampak dan surat surat kepemilikan Tanahnya musnah dilahap api.
Sementara untuk perbaikan ekonomi masyarakat, Kepala ATR/BPN Tolitoli akan melakukan Acces Reform yaitu kegiatan Pemberdayaan Masyarakat, salah satunya melalui kemudahan memperoleh fasilitas kredit dgn bunga rendah Berupa Pembangunan Perumahan yang diperuntukkan bagi Masyarakat berpenghasilan Rendah (MBR) .

“kemudahan memperoleh fasilitas kredit dengan bunga rendah sangat penting untuk membantu geliat ekonomi mikro di wilayah terdampak kebakaran dikarenakan sebagian besar masyarakat di wilayah itu adalah masyarakat ekonomi lemah dengan mata pencaharian Buruh pelabuhan dan Nelayan “pungkas Nurdin.***
Penulis : M.Yusuf
Editor : heru









