Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Syarifudin Udu : Pemda Muna Lalai Melakukan Pelayanan di Wandiri

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri Syarifudin Udu, Foto : Istimewah

Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Sarifudin Udu berkunjung ke Desa persiapan Wandiri pecahan dari induk kelurahan labunia kecamatan wakorumba selatan kabupaten muna, sulawesi tenggara, minggu (19 Januari 2020).

Daerah desa wandiri merupakan daerah transmigrasi dengan memiliki kondisi sangat memprihatinkan, seharusnya diperhatikan seperti halnya masyarakat yang lain, terlepas dari mereka berasal dari daerah lain, sebab saat ini sudah menjadi warga kecamatan wakorumba selatan.

Sang Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Syarifudin Udu mengatakan tidak boleh ada diskriminasi pembangunan yang terjadi, harus sama, bisa dirasakan juga di Desa persiapan wandiri karena mereka juga adalah masyarakat kabupaten muna.

Dalam perjalanan beliau, dia merasakan tidak seperti yang dibayangkan, jalannya betul betul belum layak dilalui kendaraan roda empat dan membutuhkan perjuangan untuk sampai ke desa wandiri,

Akhirnya sebagian dari rombongan SU juga tidak bisa sampai ke desa wandiri dan cuman satu mobil yang bisa tembus kesana.

“Jalan yang berjak 6,5 km masih sangat memprihatinkan, juga masih banyak jembatan yang dilalui sudah tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga mobil harus lewat ke bawah jembatan yang penuh resiko, Jembatan yang terlihat dibangun dengan swadaya cuman bisa dilewati hanya kendaraan roda dua namun harus melewati jalan naik turun yang bergunung terjal dengan batu cadas lepas sebagai rintangan,” kata Syarifudin dalam jumpa persnya, senin (20/1/2020).

Dia melanjutkan, Jumlah masyarakat yang berkisaran 40 KK itu, harus membangun swadaya untuk bisa eksis, pastinya membutuhkan anggaran yang besar, harusnya butuh perhatian Pemda dalam mengatasinya.

“Demi mempertahankan keberlangsungan interaksinya ke kelurahan labunia, masyarakat wandiri tetap mengusahakan pembangunan, walau tanpa bantuan dari Pemda Muna,” ungkap SU

Dia menuturkan, Sungguh kasihan melihat situasi itu, kenapa? Sebab penghasilan mereka yang bisa menyambung hidup, dipakai lagi untuk membuat jembatan untuk akses keluar masuk ke desa wandiri.

“Dari keadaan itu, saya mau bilang bahwa Pemda Muna lalai dalam melakukan pelayanan di desa wandiri,” katanya.

Dimana warga trans desa wandiri sudah diserahkan ke Pemda Muna sepuluh tahun silam, maka seharusnya menjadi tanggung jawab Pemda Muna saat ini. Selain jalan, mereka juga sulit mendapat air bersih, begitu pula dengan aliran listrik yang belum masuk, bebernya.

“Masyarakat desa wandiri memiliki harapan yang disampaikan ke saya, tidak muluk muluk, hanya persolan jalan dan jembatan untuk bisa memasarkan hasil bertani masyarakat sehingga nilai ekonomi bisa meningkat, air bersih dan listrik untuk bisa diperhatikan Pemda Muna,” tutur Syarifudin yang berdarah tongkuno.

Sebagai bakal calon Pemilihan Bupati Muna di 2020, dengan saya menyaksikan secara langsung kondisi wandiri terutama akses jalan, akan menjadi prioritas kepala daerah, Bila saya terpilih tentunya dengan menggunakan anggaran Pemda melalui APBD, yang bisa dibilang tidak membutuhkan anggaran yang terlalu besar, karena akses jalannya hanya berkisar 6,5 km, pungkasnya.

Laporan : La Ode Alim